Rabu, 24 Maret 2021
Minggu, 15 Maret 2020
Teori Klasik Dalam Perdagangan Internasional
Pengertian Teori Klasik
Aliran klasik muncul pada akhir abad ke 18 dan permulaan abad ke 19 yaitu dimasa revolusi industri dimana suasana wakru itu merupakan awal bagi adanya perkembangan ekonomi. Pada waktu itu sistem liberal sedang merajalela dan menurut aliran klasik ekonomi liberal itu disebabkan oleh adanya pacuan antara kemajuan teknologi dan perkembangan jumlah penduduk. Mula-mula kemajuan teknologi lebih cepat dari pertambahan jumlah penduduk, tetapi akhirnya terjadi sebaliknya dan perekonomian akan mengalami kemacetan.Pandangan Teori Klasik Menurut Adam Smith
Pandangan teori klasik berkembang pada abad ke-18. Menurut Adam Smith bahwa logam mulia tidak mungkin ditumpuk dengan surplus ekspor karena logam mulia akan mengalir dengan sendirinya melalui perdagangan intrnasional. Adam Smith menginginkan tidak adanya campur tangan pemerintah dalam perdagangan bebas, karena perdagangan bebas akan membuat orang bekerja keras untuk kepentingan negaranya sendiri dan sekaligus mendorong terciptanya spesialisasi, maka suatu negara akan menghasilkan suatu produk yang memiliki keunggulan mutlak (absolut advantage)Rabu, 11 Maret 2020
Perdagangan Internasional
Pengertian Perdagangan Internasional
Perdagangan Internasional adalah hubungan perniagaan antara para pihak yang berada di dua negara yang berbeda, sescara garis besar dilakukan dalam bentuk ekspor dan imporTeori-teori Perdagangan Internasional
- Merkantilisme- Teori Keunggulan Absolut (Adam smith)
- Teori Keunggulan Komparatif (David Ricardo)
- Teori HeckscheriOhlin (H-O)
Faktor-faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Perdagangan Internasional
- Revolusi Informasi dan Transportasi- Ketergantungan (Interdependency)
- Liberalisasi Ekonomi
- Keunggulan Komparatif
- Kebutuhan Devisa
Selasa, 10 Maret 2020
Kepribadian Dan Emosi
Pengertian Emosi
Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kerjadian. Emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu.Sifat Dasar Emosi
A. Emosi selalu mempunyai suatu objek, sesuatu atau seseorang yang memacu emosiB. Terdapat enam kategori emosi yaitu:
- Angger (Kemarahan)
- Fear (Ketakutan)
- Joy (Kesenangan)
- Love (Cinta)
- Satness (Kesedihan)
- Dan Surprise (Terkejut)
C. Ekspresi emosi utama alah universal
Teori-teori Proses Terjadinya Emosi
- Teori James-Lange- Teori Meriam Bard
- Teori Schachter-Singer
- Teori Lazarus
Sumber Emosi
- Kepribadian- Hari dalam seminggu dan waktu dalam sehari
- Cuaca
- Stress
- Tidur
- Olahraga
- Usia
- Gender
Dimensi Emosi
Robbins menunjukan adanya tiga dimensi emosi yaitu:1. Variety
Terdapat banyak sekali fariasi emosi, namun tang penting adalah penentuan klasifikasi yang bersifat positif dan negatif
2. Itensity
Orang memberikan tanggapan yang berbeda pada dorongan emosi yang sama. Dalam beberapa hal menunjukan kepribadian individual. Diwaktu lain merupakan hasil dari kebutuhan pekerjaan
3. Flequenci And Durration
Menunjukan seberapa sering emosi perlu ditunjukan untuk beberapa lama
Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional adalah sekumpulan kemampuan untuk merasakan dan menyatakan emosi, mengasimilasi emosi dalam berfikir, memahami dan alasan dengan emosi. dan menghubungkan emosi dalam diri sendiri dan orang lain.Pengertian Kepribadian
Kepribadian pada hakikatnya adalah karakteristik individu yang menunjukan kecenderungan identitasnya melalui pemikiran, emosi, dan perilaku yang merupakan produk interaksi antar genetik dan pengaruh lingkungan.Ciri-ciri Kepribadian
- Kepribadian bersifat umum, kepribadian menunjuk kepada sifat umum seseorang, pikiran, kegiatan dan perasaan yang berpengaruh secara sistemik terhadap seluruh tingkah lakunya.- Kepribadian bersifat khas, kepribadian dipakai untuk menjelaskan sifat individu yang membedakan dia dengan orang lain, seperti tanda tangan atau sidik jari, bagaimana individu berbeda dengan individu lainnya.
- Kepribadian berjangka lama, kepribadian dipakai untuk menggambarkan sifat individu yang awet, tidak mudah berubah sepanjang hayat. Kalau terjadi perubahan biasanya bersifat bertahap atau akibatmerespon sesuatu kejadian yang luar biasa.
- Kepribadian bersifat kesatuan, kepribadian dipakai untuk memandang dia sebagai unit tunggal, struktur atau organisasai internal dipotetik yang membentuk kesatuan dan konsisten
- Kepribadian dapat berfungsi baik atau berfungsi buruk, kepribadian adalah cara bagaimana orang berada di dunia. Apakah dia tampil dalam tampilkan yang baik, kepribadian sehat dan kuat. Atau tampil sebagai burung yang lumpuh yang berarti kepribadiannya menyimpang atau lemah
Tipe Kepribadian
Renee Baron dan Elizabeth Wagele dalam Marganti Sit, menyatakan ada sembilan tipe kepribadian manusia, yaitu:- Perfeksionis
- Penolong
- Pengejar Prestasi
- Romantis
- Pengamat
- Pencemas
- Petualang
- Pejuang
- Pendamai
Indikator Tipe Mayer-Briggs
Indikator tipe Mayer-Briggs (Mayer-Briggs type indicator [MBTI]) adalah instrumen penilaian kepribadian yang paling umum digunakan di dunia. MBTI adalah tes kepribadian 100 pertanyaan yang menanyakan orang orang apa yang biasanya mereka rasakan atau lakukan dalam berbagai stuasi- Ekstover (ekstrovered-E) versus Introver (Introverted-I). Individu ekstrover ramah, pandai bersosialisasi, dan percaya diri, introver tenang dan pemalu
- Perasa (sensasing-S) versus Intuitif (Intuitive-I). Tipe perasa peraktis serta memilih rutin dan urutan. Mereka fokus pada detail. Intuitif bergantung pada proses tidak sadar dan melihat pada "gambaran besar"
- Memikirkan (thinking-T) versus Merasakan (Feeling-F). Tipe memikirkan biasanya menggunakan penalaran dan logika untuk menangani masalah. Tipe yang merasakan berpegang pada nilai-nilai dan emosi pribadi mereka.
- Menilai (Judging-J) versus Menerima (Perceiving-P). Tipe yang menilai menginginkan kendali dan memilih urutan dan struktur. Tipe yang menerima Fleksibel dan Spontan.
Model Kepribadian Lima Besar (Big Five Model)
Model Kepribadian Lima Besar (Big Five Model) adalah sebuah penilaian kepribadian yang mencakup lima dimensi dasar- Ekstraverasi (ekstraversion)
Sebuah dimensi kepribadian yang menjelaskan seseorang yang mampu bersosialisasi, ekspresif, dan percaya diri.
- Keramahan
Sebuah dimensi kepribadian yang menjelaskan seseorang yang baik, kooperatif, dan mempercayai.
- Kehati-hatian
Sebuah dimensi kepribadian yang menjelaskan seseorang yang bertanggung jawab, dapat diandalkan, presisten, teratur
- Stabilitas Emosional
Sebuah dimensi kepribadian yang mengarakterisasi seseorang tenang, percaya diri, aman (positif) versus gugup, depresi, dan tidak aman (negatif).
- Keterbukaan pada pengalaman
Sebuah dimensi kepribadian yang mengarakterisasi seseorang dari sisi imajinasi, sensitivitas, dan rasa ingin tahu.
Perbedaan Kepribadian
- Tipe Dominant- Tipe Inspiring
- Tipe Supportive
- Tipe Cautious
Sabtu, 07 Maret 2020
Motivasi Dan Kepuasan Kerja
Pengertian Motivasi
Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Sikap dan nilai tersebut merupakan sesuatu yang invisible yang memberikan kekuatan yang mendorong individu untuk bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Dorongan tersebut terdiri dari dua komponen, yaitu arah perilaku kerja (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan perilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)
Fungsi Motivasi Kerja
* Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan, tanpa motivasi tidak akan timbul suatu tindakan atau perbuatan
* Motivasi berfungsi sebagai pengaruh, artinya mengarah perbuatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan
* Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan
Tujuan Motivasi Kerja
Tujuan motivasi dalam Malayu SP Hasibuan mengungkapkan bahwa:
- Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan
- Meningkatkan produktivitas kerja karyawan
- Meningkatkan kedisiplinan absensi karyawan
- Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik
- Meningkatkan loyalitas, kreativitas dan partisipasi karyawan
Teori-teori Motivasi Kerja
1. Hierarki Teori Kebutuhan (Abraham Maslow) Abraham Maslow membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu:
* Fisiologis
* Rasa aman
* Social
* Penghargaan
* Aktualisasi diri
2. Faktor Eksternal yaitu factor yang tibul dari luar diri karyawan antara lain (Jenis dan sifat pekerjaan, kelompok kerja dimana seseorang bergabung, organisasi tempat kerja, situasi lingkungan, sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya)
2. Ganjaran yang pantas
3. Kondisi kerja yang mendukung
4. Rekan kerja yang mendukung
5. Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan
1. Kepuasan Kerja, Perputaran Karyawan dan Absensi - Kepuasan kerja yang lebih rendah biasanya akan mengakibatkan perputaran karyawan lebih tinggi. Mereka lebih mudah meninggalkan perusahaan dan mencari kesempatan di perusahaan lain. Hubungan serupa berlaku juga untuk absensi. Para karyawan yang kurang mendapatkan kepuasan kerja cenderung lebih sering absen dan menggunakan berbagai alasan-alasan untuk absen.
2. Kepuasan Kerja, Umur dan Jenjang Pekerjaan - Para karyawan yang lebih muda, di lain pihak cenderung kurang terpuaskan, karena berbagai pengharapan yang lebih tinggi, kurang penyesuaian, dan penyebab-penyebab lainnya. Mereka biasanya memperoleh kompensasi lebih baik, kondisi kerja lebih nyaman, dan pekerjaan mereka memungkinkan penggunaan segala kemampuan yang mereka punyai, sehingga mereka mempunyai alasan-alasan untuk lebih terpuaskan.
3. Besar Organisasi dan Kepuasan Kerja - Semakin besar organisasi, kepuasan kerja cenderung turun secara moderat kecuali manajemen mengambil berbagai tindakan korektip. Tanpa tindakan koreksi, organisasi besar akan "menenggelamkan" orang-orangnya dan berbagai proses seperti partisipasi, komunikasi dan koordinasi kurang lancer. Karenan kekuasaan pengambilan keputusan terletak jauh dari para karyawan, mereka sering merasa kehilangan peranan
Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Kerja
1. Faktor Internal yaitu factor yang timbul dari dalam diri karyawan antara lain (Persepsi, harga diri, harapan pribadi, kebutuhan, keinginan, kepuasan, kerja, dan prestasi kerja yang dihasilkan).2. Faktor Eksternal yaitu factor yang tibul dari luar diri karyawan antara lain (Jenis dan sifat pekerjaan, kelompok kerja dimana seseorang bergabung, organisasi tempat kerja, situasi lingkungan, sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya)
Kepuasan Kerja
Kepuasan Kerja (Job Satosfaction) adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyerangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka. Kepuasaan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaan. Ini dampak dalam sikap positip karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanyaAspek-aspek Kepuasan Kerja
1. Kerja yang secara mental menantang2. Ganjaran yang pantas
3. Kondisi kerja yang mendukung
4. Rekan kerja yang mendukung
5. Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan
Pengukuran Kepuasan Kerja
Faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan kerja:1. Kepuasan Kerja, Perputaran Karyawan dan Absensi - Kepuasan kerja yang lebih rendah biasanya akan mengakibatkan perputaran karyawan lebih tinggi. Mereka lebih mudah meninggalkan perusahaan dan mencari kesempatan di perusahaan lain. Hubungan serupa berlaku juga untuk absensi. Para karyawan yang kurang mendapatkan kepuasan kerja cenderung lebih sering absen dan menggunakan berbagai alasan-alasan untuk absen.
2. Kepuasan Kerja, Umur dan Jenjang Pekerjaan - Para karyawan yang lebih muda, di lain pihak cenderung kurang terpuaskan, karena berbagai pengharapan yang lebih tinggi, kurang penyesuaian, dan penyebab-penyebab lainnya. Mereka biasanya memperoleh kompensasi lebih baik, kondisi kerja lebih nyaman, dan pekerjaan mereka memungkinkan penggunaan segala kemampuan yang mereka punyai, sehingga mereka mempunyai alasan-alasan untuk lebih terpuaskan.
3. Besar Organisasi dan Kepuasan Kerja - Semakin besar organisasi, kepuasan kerja cenderung turun secara moderat kecuali manajemen mengambil berbagai tindakan korektip. Tanpa tindakan koreksi, organisasi besar akan "menenggelamkan" orang-orangnya dan berbagai proses seperti partisipasi, komunikasi dan koordinasi kurang lancer. Karenan kekuasaan pengambilan keputusan terletak jauh dari para karyawan, mereka sering merasa kehilangan peranan
Sabtu, 14 Desember 2019
Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung Keputusan adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur.
Konsep Sistem Pendukung Keputusan
- Sistem Pendukung Keputusan mulai dikembangkan pada tahun 1960-an, tetapi istilah Sistem Pendukung Keputusan itu sendiri baru muncul pada tahun 1971, yang diciptakan olehh G. Anthony Gorry dan Micheal S. Scott Morton, keduanya adalah profesor di MIT Hal itu mereka lakukan dengan tujuan untuk menciptakan kerangka kerja guna mengarah aplikasi komputer kepada pengambilan keputusan manajemen
- Sementara itu, perintis sistem pendukung keputusan yang lain dari MIT, yaitu Peter dicapai oleh sistem pendukung keputusan, yaitu:
1. Sistem harus dapat membantu manajer dalam membuat keputusan guna memecahkan masalah semi terstruktur
2. Sistem harus dapat mendukung manajer, bukan mencoba menggantikannya.
3. Sistem harus dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajer
- Tujuan-tujuan tersebut mengacu pada tiga prinsip dasar sistem pendukung keputusan (Kadarsah, 1998), yaitu:
1. Struktur Masalah: Untuk masalah yang terstruktur, penyelesaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus-rumus yang sesuai, sedangkan untuk masalah terstrktur tidak dapat dikomputerisasi. Sementara itu, sistem pendukung keputusan dikembangkan khusus untuk menyelesaikan masalah yang semi terstruktur
2. Dukungan Keputusan: Sistem Pendukung Keputusan tidak dimaksudkan untuk menggantikan manajer, karena komputer berada di bagian terstruktur, sementara manajer berada di bagian tidak terstruktur untuk memberikan penilaian dan melakukan analisis. Manajer dan komputer bekerja sama sebagai sebuah tim pemecah masalah semi terstruktur
3. Efektivitas Keputusan: Tujuan utama dari sistem pendukung keputusan bukanlah mempersingkat waktu pengambilan keputusan, tetapi agar keputusan yang dihasilkan dapat lebih baik
Ciri dari pendukung keputusan
1. SPK memberi pendukung informasi kepada pengambilan keputusan
2. Dukungan SPK diberikan untuk berbagai yangkatan manajemen
3. Dukungan selain memberikan kepada individu juga juga kepada kelompok
4. SPK mendukung keputusan yang independen
5. SPK memberikan dukungan terhadap semua tingkatan
6. SPK selalu menyesuaikan diri terhadap keadaan
7. SPK harus mudah untuk dioperasikan
8. Tujuan SPK meningkatan efesien pengambilan keputusan
9. Pengambilan keputusan memiliki kendali yang lengkap untuk semua tingkat proses pengambilan keputusan
10. SPK menarik minta belajar
11. SPK relatif harus mudah untuk di buat
12. SPK biasanya menggunakan model
13. SPK tingkat lanjut menangpung komponen knowlede (pengetahuan)
Karakterstik dan Kemampuan Sistem Pendukung Keputusan
- Menurut (Turban dkk, Sistem Pendukung Keputusan : 2005), ada beberapa karakterstik dari sistem pendukung keputusan, diantaranya adalah berikut:
1. Mendukung seluruh kegiatan organisasi
2. Mendukung beberapa keputusan yang saling berinteraksi
3. Dapat digunakan berulang kali dan bersifat konstan
4. Tedapat dua komponen utama, yaitu data dan model
5. Menggunakan baik data eksternal maupun data internal
6. Memiliki kemampuan what-if analysis dan goal seeking analysis
7. Menggunakan beberapa model kuantitatif
- Kemampuan yang harus dimiliki oleh suatu sistem pendukung keputusan, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Menunjang pembuatan keputusan manajemen dalam menangani masalah semi terstruktur dan tidak terstruktur
2. Membantu manajer pada berbagai tingkatan manajemen mulai dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah
3. Menunjang pembuatan keputusan secara kelompok dan perorangan
4. Menunjang pembuatan keputusan yang saling bergantung dan berurutan
5. Menunjang tahap-tahap pembuatan keputusan, antara lain
Model Pendukung Keputusan
- Isi database digunakan oleh tiga sub sistem software (perangkat lunak)
1. Perangkat lunak pembuatan laporan, yaitu menghasilkan laporan perodik maupun khusus
2. Model matematika - model ini akan menghasilkan informasi dalam bentuk simulasi yang dilibatkan satu atau lebih aspek operasi dari sub sistem perusahaan
3. Perangkat lunak - perangkat lunak ini memungkinkan beberaoa pihak yang terlibat dalam pemecahan masalah untuk bekerjasama sebagai satu kelompok untuk mendapatkan satu solusi
Pembuatan Model Matematika
- Model matematika merupakan jenis informasi yang berperan penting SPK
1. Model statis atau dinamis
A). Model statis tidak menyertakan waktu sebagai variabel
B). Model dinamis merupakan model yang menyertakan waktu sebagai variabel
2. Model probabilitas atau deterministik
A). Model probabilitas adalah model yang menggambarkan probabillitas
B). Model domestik adalah model yang menggambarkan sesuatu yang pasti
3. Model optimisasi atau suboptimisasi
A). Model optimisasi adalah model yang menunjukan solusi terbaik dari berbagai alternatif solusi yang tersedia
B). Model suboptimisasi adalah yang mungkin seseorang manajer untuk memesukan serangkaian keputusan dan model akan mengproyeksikan hasilnya
Konsep Sistem Pendukung Keputusan
- Sistem Pendukung Keputusan mulai dikembangkan pada tahun 1960-an, tetapi istilah Sistem Pendukung Keputusan itu sendiri baru muncul pada tahun 1971, yang diciptakan olehh G. Anthony Gorry dan Micheal S. Scott Morton, keduanya adalah profesor di MIT Hal itu mereka lakukan dengan tujuan untuk menciptakan kerangka kerja guna mengarah aplikasi komputer kepada pengambilan keputusan manajemen
- Sementara itu, perintis sistem pendukung keputusan yang lain dari MIT, yaitu Peter dicapai oleh sistem pendukung keputusan, yaitu:
1. Sistem harus dapat membantu manajer dalam membuat keputusan guna memecahkan masalah semi terstruktur
2. Sistem harus dapat mendukung manajer, bukan mencoba menggantikannya.
3. Sistem harus dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajer
- Tujuan-tujuan tersebut mengacu pada tiga prinsip dasar sistem pendukung keputusan (Kadarsah, 1998), yaitu:
1. Struktur Masalah: Untuk masalah yang terstruktur, penyelesaian dapat dilakukan dengan menggunakan rumus-rumus yang sesuai, sedangkan untuk masalah terstrktur tidak dapat dikomputerisasi. Sementara itu, sistem pendukung keputusan dikembangkan khusus untuk menyelesaikan masalah yang semi terstruktur
2. Dukungan Keputusan: Sistem Pendukung Keputusan tidak dimaksudkan untuk menggantikan manajer, karena komputer berada di bagian terstruktur, sementara manajer berada di bagian tidak terstruktur untuk memberikan penilaian dan melakukan analisis. Manajer dan komputer bekerja sama sebagai sebuah tim pemecah masalah semi terstruktur
3. Efektivitas Keputusan: Tujuan utama dari sistem pendukung keputusan bukanlah mempersingkat waktu pengambilan keputusan, tetapi agar keputusan yang dihasilkan dapat lebih baik
Ciri dari pendukung keputusan
1. SPK memberi pendukung informasi kepada pengambilan keputusan
2. Dukungan SPK diberikan untuk berbagai yangkatan manajemen
3. Dukungan selain memberikan kepada individu juga juga kepada kelompok
4. SPK mendukung keputusan yang independen
5. SPK memberikan dukungan terhadap semua tingkatan
6. SPK selalu menyesuaikan diri terhadap keadaan
7. SPK harus mudah untuk dioperasikan
8. Tujuan SPK meningkatan efesien pengambilan keputusan
9. Pengambilan keputusan memiliki kendali yang lengkap untuk semua tingkat proses pengambilan keputusan
10. SPK menarik minta belajar
11. SPK relatif harus mudah untuk di buat
12. SPK biasanya menggunakan model
13. SPK tingkat lanjut menangpung komponen knowlede (pengetahuan)
Karakterstik dan Kemampuan Sistem Pendukung Keputusan
- Menurut (Turban dkk, Sistem Pendukung Keputusan : 2005), ada beberapa karakterstik dari sistem pendukung keputusan, diantaranya adalah berikut:
1. Mendukung seluruh kegiatan organisasi
2. Mendukung beberapa keputusan yang saling berinteraksi
3. Dapat digunakan berulang kali dan bersifat konstan
4. Tedapat dua komponen utama, yaitu data dan model
5. Menggunakan baik data eksternal maupun data internal
6. Memiliki kemampuan what-if analysis dan goal seeking analysis
7. Menggunakan beberapa model kuantitatif
- Kemampuan yang harus dimiliki oleh suatu sistem pendukung keputusan, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Menunjang pembuatan keputusan manajemen dalam menangani masalah semi terstruktur dan tidak terstruktur
2. Membantu manajer pada berbagai tingkatan manajemen mulai dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah
3. Menunjang pembuatan keputusan secara kelompok dan perorangan
4. Menunjang pembuatan keputusan yang saling bergantung dan berurutan
5. Menunjang tahap-tahap pembuatan keputusan, antara lain
Model Pendukung Keputusan
- Isi database digunakan oleh tiga sub sistem software (perangkat lunak)
1. Perangkat lunak pembuatan laporan, yaitu menghasilkan laporan perodik maupun khusus
2. Model matematika - model ini akan menghasilkan informasi dalam bentuk simulasi yang dilibatkan satu atau lebih aspek operasi dari sub sistem perusahaan
3. Perangkat lunak - perangkat lunak ini memungkinkan beberaoa pihak yang terlibat dalam pemecahan masalah untuk bekerjasama sebagai satu kelompok untuk mendapatkan satu solusi
Pembuatan Model Matematika
- Model matematika merupakan jenis informasi yang berperan penting SPK
1. Model statis atau dinamis
A). Model statis tidak menyertakan waktu sebagai variabel
B). Model dinamis merupakan model yang menyertakan waktu sebagai variabel
2. Model probabilitas atau deterministik
A). Model probabilitas adalah model yang menggambarkan probabillitas
B). Model domestik adalah model yang menggambarkan sesuatu yang pasti
3. Model optimisasi atau suboptimisasi
A). Model optimisasi adalah model yang menunjukan solusi terbaik dari berbagai alternatif solusi yang tersedia
B). Model suboptimisasi adalah yang mungkin seseorang manajer untuk memesukan serangkaian keputusan dan model akan mengproyeksikan hasilnya
Kamis, 12 Desember 2019
Komponen-komponen Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi mempunyai komponen yang harus ada bersama-sama dan membentuk suatu kesatuan. Jika satu atau lebih komponen tersebut tidak ada, maka sistem informasi tidak akan dapat melakukan fungsinya, yaitu pengolahan data dan tidak dapat mencapai tujuannya, yaitu menghasilkan informasi yang relevan, tepat waktu dan akurat. Berikut komponen-komponen antara lain:
- Komponen input
- Komponen output
- Komponen model
- Komponen basis data
- Komponen control
FUNGSI
Fungsi hardware antara lain:
> Input device (unit masukan)
Unit ini berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar kedalam suatu memory dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan. Data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer dapat berbentuk signal input dan maintenance input berbentuk program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Jadi input device selain digunakan untuk memasukkan data dapat pula digunakan untuk memasukkan program
Input device terdiri dari keyboard dan mouse. Keyboard dan mouse adalah unit yang menghubungkan user (pengguna) dengan komputer. Selain itu terdapat joystick, yang biasa digunakan untuk bermain game di komputer. Kemudian scanner, untuk mengambil gambar sebagai gambar digital yang nantinya dapat dimanipulasi. Touch panel, dengan menggunakan sentuhan jari user dapat melakukan suatu proses akses file. Microphone, untuk merekam suara kedalam komputer.
Berdasarkan sifatnya, peralatan input dapat digolongkan menjadi dua yaitu:
1. Peralatan input langsung, yaitu input yang dimasukkan langsung diproses oleh alat pemroses. Contohnya: keyboard, mouse, touch screen, lightpen, scanner.
2. Peralatan input tidak langsung, input yang melalui media tertentu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses, Contohnya: punched card, disket, harddisk
>Processing Device (unit pemrosesan)
Casing, Power Supply, Motherboard, Prosesor, Memori, Harddisk, Modem
> Output Device (alat keluaran)
Monitor, Printer, Speaker, Headphone
>Backing Storage (unit penyimpanan)
A. Floppy Disk/disket
B. USB Flash Drive
C. CD (Compact Disk)
PERANGKAT LUNAK KOMPUTER (SOFTWARE)
* Pengertian
- Nama lain dari Software adalah perangkat lunak. Seperti nama lainnya itu, yaitu perangkat lunak, sifatnya pun berbeda dengan hardware atau perangkat keras, jika perangkat keras adalah komponen yang nyata yang dapat diliat dan disentuh oleh manusia, maka software atau perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda tapi bisa di operasikan
- Pengertian Software komputer adalah sekumpulan data elektronik yang dismpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah. Melalui software atau perangkat lunak inilah suatu komputer dapat menjalankan suatu perintah
* Macam-macam Software
- Software atau perangkat lunak komputer berdasarkan distribusinya dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu software berbayar, software gratis atau free (Freeware, free software, shareware, adware)
BRAINWARE
* Pengertian Brainware
- Brainware adalah setiap orang yang terlibat dalam penggunaan komputer. Brainware juga dapat diartikan sebagai perangkat intelektual yang mengoperasikan kemampuan dari hardware ataupun software Brainware sangat penting dalam pemrosesan sistem komputer karena tanpa adanya brainware, hardware dan software komputer tidak akan bekerja atau dimanfaatkan secara maksimal.
- Jenis-jenis brainware atau pengguna adalah sebagai berikut:
- Oprator komputer, Programer, Administrator, Project manager, Dll
* Prosedur Pengoperasian
- Prosedur adalah komponen fisik yang berupa panduan atau intruksi dalam menjalankan sistem informasi manajemen. Prosedur pengoperasikan umumnya berupa intruksi penyiapan data dan intruksi petunjuk pengoperasian hardware dan software
- Prosedur bisa berisi tentang kebijakan metode yang akan dipakai, peraturan peraturan dalam penggunaan sistem informasi manajemen yang berbasis teknologi informasi.
- Komponen input
- Komponen output
- Komponen model
- Komponen basis data
- Komponen control
FUNGSI
Fungsi hardware antara lain:
> Input device (unit masukan)
Unit ini berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar kedalam suatu memory dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan. Data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer dapat berbentuk signal input dan maintenance input berbentuk program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Jadi input device selain digunakan untuk memasukkan data dapat pula digunakan untuk memasukkan program
Input device terdiri dari keyboard dan mouse. Keyboard dan mouse adalah unit yang menghubungkan user (pengguna) dengan komputer. Selain itu terdapat joystick, yang biasa digunakan untuk bermain game di komputer. Kemudian scanner, untuk mengambil gambar sebagai gambar digital yang nantinya dapat dimanipulasi. Touch panel, dengan menggunakan sentuhan jari user dapat melakukan suatu proses akses file. Microphone, untuk merekam suara kedalam komputer.
Berdasarkan sifatnya, peralatan input dapat digolongkan menjadi dua yaitu:
1. Peralatan input langsung, yaitu input yang dimasukkan langsung diproses oleh alat pemroses. Contohnya: keyboard, mouse, touch screen, lightpen, scanner.
2. Peralatan input tidak langsung, input yang melalui media tertentu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses, Contohnya: punched card, disket, harddisk
>Processing Device (unit pemrosesan)
Casing, Power Supply, Motherboard, Prosesor, Memori, Harddisk, Modem
> Output Device (alat keluaran)
Monitor, Printer, Speaker, Headphone
>Backing Storage (unit penyimpanan)
A. Floppy Disk/disket
B. USB Flash Drive
C. CD (Compact Disk)
PERANGKAT LUNAK KOMPUTER (SOFTWARE)
* Pengertian
- Nama lain dari Software adalah perangkat lunak. Seperti nama lainnya itu, yaitu perangkat lunak, sifatnya pun berbeda dengan hardware atau perangkat keras, jika perangkat keras adalah komponen yang nyata yang dapat diliat dan disentuh oleh manusia, maka software atau perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda tapi bisa di operasikan
- Pengertian Software komputer adalah sekumpulan data elektronik yang dismpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah. Melalui software atau perangkat lunak inilah suatu komputer dapat menjalankan suatu perintah
* Macam-macam Software
- Software atau perangkat lunak komputer berdasarkan distribusinya dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu software berbayar, software gratis atau free (Freeware, free software, shareware, adware)
BRAINWARE
* Pengertian Brainware
- Brainware adalah setiap orang yang terlibat dalam penggunaan komputer. Brainware juga dapat diartikan sebagai perangkat intelektual yang mengoperasikan kemampuan dari hardware ataupun software Brainware sangat penting dalam pemrosesan sistem komputer karena tanpa adanya brainware, hardware dan software komputer tidak akan bekerja atau dimanfaatkan secara maksimal.
- Jenis-jenis brainware atau pengguna adalah sebagai berikut:
- Oprator komputer, Programer, Administrator, Project manager, Dll
* Prosedur Pengoperasian
- Prosedur adalah komponen fisik yang berupa panduan atau intruksi dalam menjalankan sistem informasi manajemen. Prosedur pengoperasikan umumnya berupa intruksi penyiapan data dan intruksi petunjuk pengoperasian hardware dan software
- Prosedur bisa berisi tentang kebijakan metode yang akan dipakai, peraturan peraturan dalam penggunaan sistem informasi manajemen yang berbasis teknologi informasi.
Minggu, 11 Maret 2018
Rabu, 29 November 2017
Sabtu, 10 Oktober 2015
Zarco celebrates Moto2 title with pole
![]() |
| Laurent Fellon and Johann Zarco with shoutout |
Freshly crowned Moto2 champion Johann Zarco takes his seventh pole of the season ahead of Thomas Luthi and Jonas Folger.
Ajo Motorsport’s Zarco set the fastest ever lap by a Moto2 bike
around the Twin Ring Motegi, a 1’50.339, shaving over half a second off
Tito Rabat’s 2014 Pole Record (1’50.854). The Frenchman managed to set
this time despite cooler conditions on Saturday afternoon (Track temp.
23˚C) to finish 0.171s ahead of Derendinger Racing Interwetten Thomas
Luthi. It was Luthi’s first front row start since Argentina.
AGR Team’s Jonas Folger (+0.577s) was a further 0.406s back from
Luthi as he completed the front row in his best Qualifying performance
since the Catalan GP. Speed Up Racing’s Sam Lowes (+0.614s) heads up the
second row in fourth. The British rider managed to set the exact same
time as Paginas Amarillas HP40’s Alex Rins (5th), but starts ahead of
the Spaniard due to his next best lap. Rins missed out on the front row
for the first time in six races.
Petronas Raceline Malaysia Hafizh Syahrin equalled his best
Qualifying performance of the season and will start from the back of the
second row in sixth, but was 0.947s off the pace of Zarco.
Idemitsu Honda Team Asia Takaaki Nakagami will start from seventh at
his home grand prix ahead of Axel Pons (AGR Team), Sandro Cortese
(Dynavolt Intact GP) and Lorenzo Baldassarri (Forward Racing) who completed the top ten.
Reigning Moto2™ World Champion Tito Rabat is sitting out the rest of the weekend after being declared unfit at the end of FP1 with his broken left radius, hence why Zarco was crowned champion on Friday.
Rabu, 12 Agustus 2015
Philipp Oettl he hit the tire decision with 3rd place
![]() |
| Philipp and Peter is a drinking beer from the drunk with coughs and sneezes |
In Indianapolis and Philipp Oettl showed a brilliant race. The secured by an absolutely flawless race the first podium finish of his GP career. I still can not believe it.
Huge cheers in Schedl team: Philipp Oettl had after his fall in qualifying set off from last place, but the 19-year-old in made decision and moved to the warm-up lap on slick tires. This paid off. Oettl plowed through the field, opponents snapped to opponents and secured 3rd place behind Livio Loi and John McPhee.
After the podium ceremony www.speedweek.com met the overjoyed Peter Oettl: That was huge. Philipp Oettl has taken this decision all by himself. He said right away that he comes after the warm-up lap, when it is not raining . We have prepared everything and changed the tires the fastest. Our team has worked perfectly. Before the race I was in the paddock of the American championship, because these drivers had completed a wet training . I spoke with Josh Hayes and JD Beach. They told me that the grip is perfect even in the rain. I could not give to Philipp Oettl. He has perfectly implemented. He has only done right pressure, but in the end he has secured the place, what was right.
Father's Peter Oettl stood for the last time in 1996 at the Grand Prix of Mugello on the podium. He won the race in the 125cc class. Philipp Oettl and Schedl GP Racing made in the Moto3 race at Indianapolis everything right. Indianapolis is always a difficult track for me. After the fall in qualifying was really down. I had to start from the back. But my team did a very good job. I had always hoped for dry conditions, but now i'm third and very happy. My team is doing a good job, the KTM is a good bike.
I do not know what to say, Philipp Oettl laughed Peter Oettl talking to www.speedweek.com, i said that i want to replace the tires after the formation lap when it is not raining. That was true. The first few laps I then risked a lot, there were only a few places wet. At first i did not see that i'm so far ahead. I saw and then already rank 6 and then I was third . It all happened too fast. Then i saw that my boss was very big on Fenati. So i did not risk so much at the end. It was very difficult not to think of the podium. My arm was at the end of the race very hurt, but it went.
Can you even believe what you've just done? No, not yet really. I do not know what to say. From last place on the grid shelf can not you dare, unless you're Danny Kent, laughed Philipp Oettl. He has now collected fewer points than me. But that may be the case sometimes. I had nothing to lose, with the podium but I had not expected.
With 39 points and Phillipp Oettl now lies in 15th place of the overall standings behind champion Livio Loi.
Has it now Indy but managed in this way under your favorite tracks? Well, yeah. Of course i have it now positive memories.
Selasa, 11 Agustus 2015
Philipp Oettl ran into the pits to change tyres
![]() |
| Philipp Oettl after pointing with smiley |
Almost 20 years after his father won his last race, Philipp Oettl secures his first Moto3 World Championship podium.
Throughout the year Philipp Oettl (Schedl GP Racing) has shown
flashes of speed with frequent visits to the top five during practice.
But, as in Indianapolis, there have usually been problems in Qualifying.
For Sunday’s race Oettl started down in 34th, dead last, after a crash
in the Qualifying. Just before the Moto3 riders lined up on the grid it
began to rain, but by the time the lights went out the track was
drying. Oettl with little to lose, dove into the pits to change his
tyres to slicks at the first opportunity
While many other riders waited till their second or third lap to change, Oettl was already on track pushing. Livio Loi (RW Racing GP) had started on slicks and had already disappeared into the distance, but John McPhee (SAXOPRINT RTG) was within striking distance. Push as hard he may, the young German was unable to catch McPhee and instead settled for third, claiming his debut podium. This comes 19 years and two months after his father, Peter Oettl, claimed his last podium at Mugello in 1996.
Philipp Oettl left on wet tyres, I think it was the wrong decision and I ran into the pits to change tyres as quickly as possible. The team made a really amazing job today and I went straight back out and pushed every lap. To have a gap at the end was important because there were still spots of rain and I just said please don’t rain.
Selasa, 28 April 2015
Moto2 world standings to the round 3
Gran Premio Red Bull de la Repứblica Argentina in 2015 Moto2 season.
1st, Johann Zarco #5, FRA, Ajo Motorsport, Kalex, 53 pts
2nd, Álex Rins #40, ESP, Paginas Amarillas HP 40, Kalex, 49 pts
3rd, Sam Lowes #22, GBR, Speed Up Racing, Speed Up, 41 pts
4th, Franco Morbidelli #21, ITA, Italtrans Racing Team, Kalex, 33 pts
5th, Jonas Folger #94, GER, AGR Team, Kalex, 32 pts
6th, Mika Kallio #36, FIN, Italtrans Racing Team, Kalex, 31 pts
2nd, Álex Rins #40, ESP, Paginas Amarillas HP 40, Kalex, 49 pts
3rd, Sam Lowes #22, GBR, Speed Up Racing, Speed Up, 41 pts
4th, Franco Morbidelli #21, ITA, Italtrans Racing Team, Kalex, 33 pts
5th, Jonas Folger #94, GER, AGR Team, Kalex, 32 pts
6th, Mika Kallio #36, FIN, Italtrans Racing Team, Kalex, 31 pts
7th, Thomas Lüthi #12, SUI, Derendinger Racing Interwetten, Kalex, 30 pts
8th, Xavier Siméon #19, BEL, Federal Oil Gresini Moto2, Kalex, 20 pts
9th, Hafizh Syahrin #55, MYS, Petronas Raceline Malaysia, Kalex, 20 pts
10th, Sandro Cortese #11, GER, Dynavolt Intact GP, Kalex, 20 pts
11th, Esteve Rabat #1, ESP, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS, Kalex, 17 pts
12th, Lorenzo Baldassarri #7, ITA, Athinà Forward Racing, Kalex, 14 pts
8th, Xavier Siméon #19, BEL, Federal Oil Gresini Moto2, Kalex, 20 pts
9th, Hafizh Syahrin #55, MYS, Petronas Raceline Malaysia, Kalex, 20 pts
10th, Sandro Cortese #11, GER, Dynavolt Intact GP, Kalex, 20 pts
11th, Esteve Rabat #1, ESP, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS, Kalex, 17 pts
12th, Lorenzo Baldassarri #7, ITA, Athinà Forward Racing, Kalex, 14 pts
13th, Anthony West #95, AUS, QMMF Racing Team, Speed Up, 11 pts
14th, Julián Simón #60, ESP, QMMF Racing Team, Speed Up, 10 pts
15th, Takaaki Nakagami #30, JPN, Idemitsu Honda Team Asia, Kalex, 8 pts
16th, Louis Rossi #96, FRA, Tasca Racing Scuderia Moto2, Tech 3, 7 pts
17th, Álex Márquez #73, ESP, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS, Kalex, 7 pts
18th, Luis Salom #39, ESP, Paginas Amarillas HP 40, Kalex, 5 pts
14th, Julián Simón #60, ESP, QMMF Racing Team, Speed Up, 10 pts
15th, Takaaki Nakagami #30, JPN, Idemitsu Honda Team Asia, Kalex, 8 pts
16th, Louis Rossi #96, FRA, Tasca Racing Scuderia Moto2, Tech 3, 7 pts
17th, Álex Márquez #73, ESP, Estrella Galicia 0,0 Marc VDS, Kalex, 7 pts
18th, Luis Salom #39, ESP, Paginas Amarillas HP 40, Kalex, 5 pts
19th, Simone Corsi #3, ITA, Athinà Forward Racing, Kalex, 5 pts
20th, Dominique Aegerter #77, SUI, Technomag Racing Interwetten, Kalex, 4 pts
21st, Marcel Schrötter #23, GER, Tech 3, Tech 3, 3 pts
20th, Dominique Aegerter #77, SUI, Technomag Racing Interwetten, Kalex, 4 pts
21st, Marcel Schrötter #23, GER, Tech 3, Tech 3, 3 pts
Minggu, 26 April 2015
Johann Zarco first win great success in taking leader
![]() |
| Alex Rins, Johann Zarco, Sam Lowes think is the fast with sign. |
![]() |
| Johann Zarco, don't wait, my talk and think our together. |
![]() |
| Johann Zarco, create group, my talk on the feel. |
![]() |
| Johann Zarco, this crazy, stop making people. |
![]() |
| Johann Zarco, eventually finishing in 1st position. |
Johann Zarco cruises to
a comfortable maiden Moto2 win ahead of Alex Rins and Sam Lowes in
Argentina to lead the Moto2 World Championship.
Zarco takes maiden Moto2 victory to lead Championship.
Ajo Motorsport rider Johann Zarco claimed his first win of the 2015 season to take over the lead at the top of the Moto2 World Championship standings.
Ajo Motorsport rider Johann Zarco claimed his first win of the 2015 season to take over the lead at the top of the Moto2 World Championship standings.
At one point it looked like Speed Up Racing’s Sam Lowes might hunt down Johann Zarco, but he didn't have quite have the pace and found himself coming under pressure from Rookie Alex Rins on the Paginas Amarillas HP40 machine towards the end of the race. Alex Rins eventually overtaking the Brit with 2 laps to go to take second place as Sam Lowes ran into some tyre issues, although the Brit managed to hang on to claim the final podium spot.
Last years Moto2 runner-up Mika Kallio (Italtrans Racing Team) was in fourth, ahead of his Italian teammate Franco Morbidelli (Italtrans Racing Team) and Thomas Luthi (Derendinger Racing Interwetten) on Kalex.
Sandro Cortese (Dynavolt Intact GP) finished in 7th, ahead of Lorenzo Baldassari (Athina Forward Racing), Jonas Folger (AGR Team) and Hafizh Syahrin (Petronas Raceline Malaysia) on the bike completing the top ten.
Reigning Moto2™ World Champion Tito Rabat (Estrella Galicia 0,0 Marc VDS) took the hole shot into the first corner, but then ran wide after dicing with Johann Zarco (Ajo Motorsport) for the lead, and was forced to rejoined the track at the back of the field, eventually finishing in 12th.
Sabtu, 25 April 2015
Johann Zarco tried to catch Sam Lowes
![]() |
| Johann Zarco and Sam Lowes think is the fast with sign |
![]() |
| Sam Lowes and Johann Zarco the award give, please, make a smile |
![]() |
| Xavier Simeon and Johann Zarco promise |
Ajo Motorsport's Johann Zarco took second place in Austin, scoring the first ever Moto2 podium for the Finnish team.
Bad luck struck for him in Qatar, but this Sunday in Austin, Johann Zarco could finally finish off a great weekend with his first podium of the season, his second position was one he fought for right from the first lap, and was a deserved reward for a great start to the year, this is also the first podium for Ajo Motorsport in Moto2, in their rookie season in the class.
Mixed track conditions did not set Zarco back at the start of the race, starting from the second row, the Frenchman took the lead just after the first corner, from that moment, the Ajo Motorsport rider pushed hard and ignored the drops of rain that fell on the opening laps, he would only relinquish the lead of the race with 6 laps to go, as eventually race winner Sam Lowes got past him.
It was a very nice race.
I'm happy, because after the opening corners i was leading the race and for a long time i was up at the front and feeling comfortable.
It was a pleasure to lead.
Six laps from the end, Sam Lowes overtook me he was going a little better and although i tried to follow him, it was not easy and he slowly pulled away.
I had a little incident with Xavier Simeon and i lost some time.
I did not know he had crashed, so i feel bad for him.
I tried to catch Sam, but he was very fast. Second position is very important and very good for the championship.
The bike went very well, so i thank the team for a good job.
We have to keep working because i can still go faster, and that will be important for the next races.
I'm happy, because after the opening corners i was leading the race and for a long time i was up at the front and feeling comfortable.
It was a pleasure to lead.
Six laps from the end, Sam Lowes overtook me he was going a little better and although i tried to follow him, it was not easy and he slowly pulled away.
I had a little incident with Xavier Simeon and i lost some time.
I did not know he had crashed, so i feel bad for him.
I tried to catch Sam, but he was very fast. Second position is very important and very good for the championship.
The bike went very well, so i thank the team for a good job.
We have to keep working because i can still go faster, and that will be important for the next races.
Xavier Siméon pointing with sorry and frustration as crash on award give, Johann Zarco discussing with fear and happy tear as the lead on the 2nd position we finish line, my promise.
Rabu, 08 April 2015
Zarco the end result in Qatar was unfair
![]() |
| Please, make a smile. |
Johann Zarco, who was cruelly denied The Moto2 victory in Qatar, is relishing the chance to make amends in Austin.
Only a mechanical failure prevented Johann Zarco from taking his first win in Moto2 in Qatar, on his debut with the Ajo Motorsport team.
A superb weekend, in which he never placed outside the Top 3 in practice, was halted only by bad luck preventing the French rider from opening 2015 with a win.
In the end he had to settle for a creditable eighth place.
Still smiling, Zarco heads to the United States confident and convinced that following the same working formula will bring success soon enough.
Eighth position at Losail was his best start to a season in the intermediate category, but not a just reward for a weekend in which his chances of a win were high.
Zarco arrives at the Circuit of The Americas optimistic and aware of the potential of the package available to him.
Despite a crash in the race last year, a front row achieved in 2014 and sixth - gaining 11 places in 2013 are two happy memories of the track.
Zarco arrives at the Circuit of The Americas optimistic and aware of the potential of the package available to him.
Despite a crash in the race last year, a front row achieved in 2014 and sixth - gaining 11 places in 2013 are two happy memories of the track.
The end result in Qatar was unfair after the great weekend we had, but that's racing and anything can happen.
Anyway, i will keep a smile on my face because the work we did - throughout the whole team - was excellent and i felt very comfortable on the bike, it was very easy to ride and the times were good every day.
In the end we picked up eight important points.
The objective in Austin will be to copy exactly the same way of working and hope that luck is on our side on Sunday.
Last year i failed to finish the race but started from the front row and in 2013 i was in the top 10, so it's a circuit i think is fairly good for me.
Anyway, i will keep a smile on my face because the work we did - throughout the whole team - was excellent and i felt very comfortable on the bike, it was very easy to ride and the times were good every day.
In the end we picked up eight important points.
The objective in Austin will be to copy exactly the same way of working and hope that luck is on our side on Sunday.
Last year i failed to finish the race but started from the front row and in 2013 i was in the top 10, so it's a circuit i think is fairly good for me.
Selasa, 31 Maret 2015
Lorenzo lost half of my vision
![]() |
| Jorge Lorenzo, this night, my wait. |
Double MotoGP World Champion Jorge Lorenzo explains why he faded towards the end of the race in Qatar, eventually finishing in 4th.
Lorenzo was competing at the sharp end for most of the Commercial Bank Grand Prix of Qatar, leading the race for a number of laps before mysteriously dropping back from the front runners in the latter stages.
It turns out that he had a good reason for his sudden lack of pace.
It was a difficult race.
After the first lap, i found myself in second place and i followed Andrea Dovizioso.
I was faster and i passed him where i could in the fast corners.
On the speed and in braking the Ducati was much stronger than our bike, but we could recover on corner speed while the acceleration was similar.
To be honest, i thought that i could win the race, though it surely wasn‘t going to be easy, because Valentino Rossi had a very strong pace at the end of the race.
I was feeling better and better, but suddenly there was something wrong when in the top part of the helmet the foam came loose and came down.
I couldn‘t see the corners very well and couldn‘t concentrate or ride like before and i was losing half a second or more per lap.
In a race where, at minimum i could fight for the win, i finished fourth.
Senin, 30 Maret 2015
Folger wins as Lowes crashes and Zarco has mechnical issues
![]() |
| Jonas Folger, just the lap become far, my first win. |
![]() |
| Johann Zarco, finish the race in 3rd gear, problem with the gear shift, 8th position. |
Folger was victorious in a dramatic Moto2 race that saw Zarco suffer a mechanical fault, while favourites Lowes and Rabat crashed out.
The 21 year-old German Jonas Folger (AGR Team) took advantage of Johan Zarco’s mechanical fault, after the Frenchman had established a comfortable lead, to take the checkered flag and claim his first Moto2 victory.
Xavier Simeon (+5.051s) finished 2nd on the Federal Oil Gresini Moto2 Kalex, ahead of Thomas Luthi (+12.123s) in 3rd.
Alex Rins (+12.202s) launched an incredible attack at the end to almost steal the final podium spot, but had to settle for 4th on the Paginas Amarillas HP40 bike.
Xavier Simeon (+5.051s) finished 2nd on the Federal Oil Gresini Moto2 Kalex, ahead of Thomas Luthi (+12.123s) in 3rd.
Alex Rins (+12.202s) launched an incredible attack at the end to almost steal the final podium spot, but had to settle for 4th on the Paginas Amarillas HP40 bike.
Kamis, 26 Maret 2015
Johann Zarco still have the same excitement
![]() |
| If chased dreaming |
The new Ajo Motorsport project in the Moto2 World Championship debuts this weekend in Qatar with rider Johann Zarco on board a Kalex.
Despite their project being a mere five months old, Zarco and his team arrive at the first race of the year in top form.
They set the fastest times at the first two tests in Valencia and Jerez, whilst last week in the second Jerez test, only rain and wind prevented a repeat result.
Content with his Kalex in all conditions, the Frenchman is more optimistic than ever heading to a circuit where he has struggled to achieve great results in the past.
It will be my seventh time competing at the Losail circuit in Qatar, but i still have the same excitement about it as the first time.
It's a fast circuit with a very long straight, and different to the Valencia and Jerez tracks where we undertook a good part of the preseason.
The truth is that traditionally i have found it quite hard to do well at this track, because i was always a little stressed.
Now my team and i are going there with a smile and confidence, so we will try to enjoy the moment.
Racing at night makes it more special, i can’t wait to start the season.
Racing at night makes it more special, i can’t wait to start the season.
Langganan:
Postingan (Atom)





%2Bin%2B2015.jpg)













